Selasa, 08 Juli 2008

2T khitan


Assalamu'alaikum, Wr. Wb

Acara Gambang Syafaat 25 Juni 2008 di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang, alhamdulillah huda bisa ikutan. Nah.. ada yang huda ingat ketika pulang rumah (kaliwungu), kalo tidak salah waktu itu malam hari tgl 26 Juni, aq bersama adik kami Tihal Taqin (2T) tidur di lantai dua rumah II kami beratapkan langit. Sambil ngobrol kesana kemari menjelang tidur, secara iseng aq tanyakan kapan adik2 pada mau khitan? Tihal menjawab kapan saja saya sudah siap, Taqin memberikan jawaban belum berani. Kami pun ngobrol lagi, sampai akhirnya aq tanyakan lagi tentang khitan dan aq tawarkan jika mau khitan pada liburan sekolah sekarang akan kakak beri hadiah bola pompan. He3, diluar dugaan adik kami yang Nuzhatul Muttaqin menjawab MAU, kalo hadiahnya bola. hue he he.. BERHASIL!! Akhirnya kami laporkan kesediaan dikhitan si-bungsu dan kakaknya ini kepada ortu kami. Dan direncanakan bulan depan (Juli 2008) kami sekeluarga punya gawe, mengkhitankan sibungsu dan kakaknya yang selisih satu tahun saja ini. Nah..

Alhamdulillah, acara khitan yang rencananya dilaksanakan Jumat, 4 Juli diajukan pada hari Rabu, 2 Juli berjalan dengan lancar. Bahkan sibungsu yang awalnya ogah-ogahan ditawarin khitan karena pernah melihat ada temannya yang khitan bengkak "senjata"-nya dan lama sembuhnya, sesaat setelah dikhitan senyam-senyum sendiri seperti memamerkan keberaniannya dikhitan. Ndak sakit! katanya.. Tapi empat jam kemudian (pkl:21.00) sibungsu mulai resah, "senjata"-nya yang baru saja dikhitan terasa sakit, perlahan tapi pasti meledaklah tangisnya dan semakin lama semakin keras saja, sambil mengaduh-aduh memegang bagian bawah perutnya. Padahal kakaknya yang juga dikhitan tidak menangis, bahkan ngerasa tidak begitu sakit, aku Tihal, sang kakak.

Akhirnya, ibuk kami semalaman menjaga adik2 yang dikhitan ini dan kakak laki2 terbesarnya yang semula ikutan jaga namun ikutan sakit 'meriang"; batuk, pusing dan pegal2. Sehingga sampai pagi Ibuk kami tidak tidur, menjagai kami (Tahul-Tihal-Taqin, kita sebut 3T). Setelah pegang sibungsu, ganti beliau pegang si-kakaknya bungsu dan kemudian memijat yang meriang alias si-gerang (yang gedhe). Hue he he.. jadi inget, kalo kasih ibu memang sepanjang zaman..

Jumat, 4 Juli pkl.16.00 adalah hari pelaksanaan walimatul khitan. Acara ini di protokol-i oleh Bapak Alwi, pembacaan ayat Suci oleh Mas Ubeid, sambutan shahibul hajat oleh H. Djamiels, do'a I oleh Kiai Nidlom dan Do'a takhtim oleh Kiai Musytari. Alhamdulillah.. acara berjalan lancar.

Ah.. apalagi yang bisa aq ceritakan ya?? kudu sering berlatih nulis nehh, biar ndak macet kayak gene. Ya udah, dilanjutkan lagi nanti.. Insya Allah.
Wassalamu'alaikum, Wr. Wb

1 komentar:

Puji pujian mengatakan...

mas kok apik meni. Carane gawe piye? (lichah-nunul)