Assalamu'alaikum, Wr. Wb
Alhamdulillah, Wassholatu wassalamu 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa ash-habihi ajma'in.
Selasa, 1 April 2008. Menjelang Dzuhur huda sms ke Penerbit Khalista, menanyakan bagaimana cara "mendaftar" jadi agen/distributor buku-buku Khalista. Beberapa jam kemudian huda miscall saja karena belum ada sms jawaban, alhamdulillah sejenak setelah miscall ada telp masuk, dan ternyata dari Pak Ma'ruf Khalista Surabaya. Beliau menjelaskan tatacara menjadi distributor, konsinyasi, prosentase keuntungan, bea kirim yang ditanggung oleh beliau dsb. Juga bercerita tentang betapa larisnya buku "Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik."
Beliau juga bercerita tentang VCD Diskusi membedah buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik." yang diadakan di Gd.Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Sayang, penulis buku H. Mahrus Ali tidak bersedia hadir dengan alasan yang "nganeh-anehi" yakni alasan keamanan/keselamatan dirinya. Aneh khan? Namun begitu KH. Mu'ammal Hamidy Lc yang menulis Kata Pengantar pada buku tersebut datang dan dengan santainya mengaku bahwa perannya hanya sebagai pengantar atau "Pak Pos" pada buku tersebut, atau pada intinya tidak menguasai masalah yang dibicarakan di buku itu. Nah.. Jadi ingat waktu ngaji "Walaa taqfu maa laisa laka bihi 'ilm. Innas sam'a wal bashara wal fu-aada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'uula."
Ketahuan dech.. Siapa orang-orang yang mencari kebenaran, siapa yang berIslam dengan benar, yang sesuai dengan Qur'an Sunnah, yang menempatkan sesuatu pada tempatnya, yang menyerahkan masalah pada ahlinya, yang menyadari posisi dirinya, menyadari kemampuannya apakah mampunya bertaqlid, ittiba' atau bahkan ijtihad dalam ber-Islam. Ah, jadi ingat Tausyiah dari Alm. KH. Cholil Bisri sewaktu mengisi Haflah Akhirussanah di PP. AlFadlu Kiai Dimyathi Kaliwungu, Dawuh Beliau Kiai Cholil, bahwa orang islam itu harus mengetahui tiga hal:
1. Sadar posisi
2. Setia pada peran
3. Mengikuti Proses
Insya Allah, lain waktu aku jelaskan seingatku tentang Tausyiah Kiai Cholil Bisri Bin Kiai Musthofa Bisri Rembang. Nah..
Haturthenkyuh.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu'alaikum, Wr. Wb
Selasa, 01 April 2008
Terima kasih Pak Ma'ruf Khalista
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar