Beruntung betoel warga Nahdlatul Ulama' (NU), ada H. Mahrus Ali yang mengaku mantan Kiai NU.
Beruntung benar warga Nahdlatul Ulama' (NU), ada buku mantan Kiai NU menggugat.
Beruntung, betoel-betoel beruntung warga NU. Karena yang digugat adalah Dzikir, Sholawat, Tahlilan, Istighotsah, Ziarah Wali, dan masih banyak lagi daftar amalan yang telah mengakar mengurat, mendarah mendaging, menulang sumsum dan bahkan mengubun-ubun di kalangan warga NU.
Beruntung benar-benar beruntung warga NU, karena tudingan bid'ah itu, tudingan syirik itu, tudingan kafir itu akan mengarah jatuh pada yang memang layak untuk menyandangnya.
Beruntung engkau warga Nahdlatul Ulama', karena alam semesta punya caranya sendiri untuk mengungkap, untuk membuka, dan untuk menjelaskan siapa dan apa yang sedang tersembunyi, tertutup, dan juga, samar.
Beruntung dan memang yang paling beruntung adalah warga NU, karena telah di nash oleh Allah, melalui lisan suci Rasulallah.. bahwa bila mukmin muslim dicaci maki, dituding-tuding dengan label bid'ah bahkan syirik dan kafir, sementara secara ilmu 'amaliyah dan 'amal ilmiyah mukmin muslim (baca, warga NU) mampu mempertanggungjawabkannya. Maka kembalilah bid'ah, syirik dan kafir pada si-penuding. Betapa beruntungnya warga NU, memperoleh apa-apa yang seharusnya tidak menjadi jatahnya. Karena di akherat nanti, para muflisin itulah yang akan menghadiahkan pahala kepada-mu, atau akan memikul dosa-dosamu. Salah siapa tidak percaya kirim hadiah pahala ketika di dunia. Praktikum sajalah di akherat nanti. Ayolah.. tuding terus warga NU, agar semakin bertumpuk sigma keberuntungan warga Nahdlatul Ulama'. Terutama di akherat kelak.
Nah.. []
Senin, 07 April 2008
bid'ah, syirik, kafir.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar