Jumat, 11 April 2008

Ayam Jago Berkah

Seorang Hakim di kota Ahwas dikenal sangat jujur sehingga dalam kehidupannya pun dia sangat sederhana dan tergolong melarat.

Menjelang hari raya Idul Adha, dia pun masih kerepotan keuangan sehingga tidak mampu mendapatkan seekor kambing untuk kurban. Lalu dia bermusyawarah dengan istrinya.

"Jangan kuatir, aku mempunyai seekor ayam jantan yang sangat sehat, baik, dan sudah aku gemukkan" kata sang istri.

Ketika Idul Adha tiba, ayam jago itu pun hendak ditangkap, tetapi ia terbang ke atap rumah-rumah tetangga. Kebetulan para tetangga Pak Hakim adalah orang-orang kaya, sehingga tersebarlah berita tentang ketidakmampuan Pak Hakim seta keinginannya untuk berkurban. Para tetangga pun merasa iba kepada Pak Hakim, dan ketika dia belum pulang dari shalat Ied di masjid, para tetangga berdatangan ke rumahnya memberikan kambing-kambing untuk kurban.

Ketika Pak Hakim sampai di rumah, istrinya melaporkan bahwa sehubungan dengan peristiwa "ayam jago" para tetangga banyak yang memberi kambing, sehingga terkumpullah kambing-kambing gibas yang cukup banyak.

Maka Pak Hakim pun berkata kepada istrinya: "Jagalah baik-baik ayam ayam jago kita yang penuh berkah itu. Coba bayangkan! Nabi Ismail saja hanya diganti dengan seekor kambing, sedangkan ayam jago kita diganti dengan kambing-kambing yang begitu banyak.

(Butir-butir Hikmah Sufi III [hal.43], KH. MA Fuad Hasyim)

0 komentar: