.jpg)
Untuk pengiriman buku dari Khalista, huda kasih alamat yang lebih strategis:
Miftahul Huda d.a Mas Azzy Agency, Jl. Gegerkalong Tengah no. 86 Bandung 40153
Ini dikarenakan alamat yang hoedart, Jl. Gegerkalong Girang 70, tempatnya dibelakang bangunan toko jadi agak masuk. Kalau alamat yang diatas dipinggir jalan dan sangat mudah dicari pihak jasa pengiriman, karena memang ini alamat toko/agen buku.
Tentang Mas Azzy yang punya "Mas Azzy Agency", beliau asli Brebes Jawa Tengah. Suatu ketika Mas Azzy pernah ditawarin untuk memasarkan buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, namun dengan halus ditolaknya. Sewaktu huda kasih tahu ada buku "Membongkar Kebohongan buku: Mantan Kiai Nu.." yang merupakan jawaban dari buku yang pernah ditawarkan tersebut, beliau langsung berminat memajang di tokonya, walau gak laku akan tetap saya pajang, katanya. He3..
Semoga, sunnatullah akan berlaku.. Siapa menanam, dialah yang akan menuai. Jadi kalau engkau menanam kebencian, menyebarkannya, dan mengajak banyak orang untuk mengikutimu.. Maka tunggulah saat engkau menuai dari perbuatanmu itu. Bersabarlah barang sejenak untuk menunggu kepastian Allah, atasmu.
Pun, semoga kita-kita yang berusaha menyadarkan saudara-saudara kita yang khilaf atau salah, yang berusaha mencerahkan pemahaman mukmin muslim, yang berusaha mengundang sebanyak mungkin orang tersenyum, untuk kemudian mengatakan " Oh! ternyata begitu tho.. Oh! ternyata.. Oh! jebule...." Kitapun akan diberi-Nya kesabaran untuk menunggu barang sejenak, berkah atas usaha-usaha kita. Nah.. Begitukah?
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalam.
Nb: Tentang kalimat "Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq" sebelum kemudian salam, huda ingat ceramah Dr. KH. Sa'id 'Aqil Siradj sewaktu ceramah di PP. Al-Asy'ariyyah Kalibeber Wonosobo. Bahwa kalimat ini diperkenalkan pertama kali oleh KH Abdul Hamid Kendal (beberapa dasawarsa yang lalu), karena kalimat yang umum "Wabillahit taufiq wal hidayah" sudah menjadi kalimat yang umum diucapkan oleh hampir semua orang, terutama para pejabat pemerintah. Nah.. agar berbeda kita harus bikin yang baru yang sulit ditiru, he2.. maka lahirlah kalimat penutup "Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq". Hebat betoel Mbah Yai Abdul Hamid Al-Qindaly ini.
Selasa, 01 April 2008
Alamat huda
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar