Jumat, 18 Januari 2008

Punggawa Wahib

Inget Kang Wahib? jadi inget ospek, inget ospek.. jadi inget lagu Kang Wahib. Seingat little huda, demikian kira-kira bait lagunya:
"Satu Dua Tiga/Jangan Sampai Pusing/Hati Rasanya Ingin Segera Pulang/Ospek Belum Usai/Bangun Pagi Makan Pagi Sarapan Belum Jadi/Dan Setiap Hari Berbaris Rapi/Wahai Instrukturku Betapa Kejamnya Dikau.. . dst.
Nah.. sampai disini bait yang bisa huda ingat. Mohon jika Kang Wahib atau siapapun punggawa prost yang sempet mampir blog ini untuk menambah komentar menyempurnakan lagu Wahib tea.. OK??

Ada hal menarik dari diri Kang Wahib ini yang menurut huda sangat sayang kalau terlewat, terbukti walau Beliau-nya nemenin punggawa prost cuman dua semester, tapi tansah kumanthil-manthil ning ati beberapa punggawa prost, salah satunya ya saya sendiri. Apa tho, yang menarik dari diri Wahib??

Dua kata: Energi Silaturrahim.

Luar biasa betoel punggawa prost yang satu ini. Semangat silaturrahimnya terlihat selalu berkobar, energinya sampai bisa dirasakan walau dari jarak ratusan kilometer (huda merasakan bahkan ketika di Bandung, maka hitung sendiri jarak SMG-BDG berapa ratus kilo?), seperti panas matahari yang pijarnya bisa membakar sahara jutaan kilometer persegi itu. Bahkan penulisan kesan Kang Wahib pada buku kenangan PROST 99, EDISI KHUSUS TERBIT SEKALI SEUMUR HIDUP, juga mengindikasikan hal ini. Coba simak: "Semua Teman Ternyata Baik-Baik, No Problem Selama Kita Kumpul." Nah.. maka biar kita semua no problem ayo kumpul-kumpul (Silaturrahim). Pepatah Jawa bilang "mangan ora mangan asal kumpul" sangat tepat untuk menggambarkan "no problem" atau tidak ada masalah-nya Kang Wahib, karena sudah menjadi tabiat orang Jawa kalau kumpul-kumpul pasti makan-makan dan saat makan-makan adalah saat yang paling jelas sedang menggambarkan keadaan lagi ok atau sedang "no problem." Bukankah begitu? Maka pepatahnya ya.. memang harus seperti itu, MANGAN ORA MANGAN ASAL KUMPUL, makan ndak makan yang penting silaturrahim. Ya khan hib? benar bin betul sekali itu.

Nah..

0 komentar: