Selasa, 22 Januari 2008

Hello

Hello..

Say Hello,
Katakan Hallo,
Ucapkan Halo,
Atau apapun saja variasi kata Hello,
untuk menunjukkan bahwa kita aman, ramah, dan terbuka bagi lawan bicara kita.

Kata "Hello" ini telah dikenal hampir di semua belahan dunia, dimanapun tempat yang menggunakan bahasa lisan sebagai komunikasi verbalnya. Hello, Hallo, Haluu atau Halo atau apapun variasi dari Hello menjadi sapaan awal, lebih-lebih dalam komunikasi verbal via telepon. Bahkan pemeluk Islam yang notabene memiliki salam tersendiri yaitu "Assalamu'alaikum..dst" pun menggunakan sapaan awal hello dalam percakapan via telepon sebelum mengucapkan salam.

Ah, betapa nyamannya jika sapaan universal ini menjadi irama harian yang akrab ditelinga semua penghuni bumi. Betapa harmoni kehidupan akan nyata terjadi, jika sapaan-sapaan akrab semacam kata hello ini menjadi bagian tak terpisahkan dari norma, nilai, adat, kebiasaan sampai perilaku sehari-hari masyarakat dunia dalam berkomunikasi dengan sesamanya.

Menyapa sesama dengan kata-kata akrab penuh keramahan tentu akan efektif atau memberikan efek, terlebih jika disambung dengan kalimat yang menunjukkan kepedulian atau simpati kita, bukan kalimat atau kata-kata yang justru menekan lawan bicara atau menyulitkannya untuk menjawab. Basa-basi pertanyaan seperti mau kemana?, dari mana?, dan sejenisnya (dalam masyarakat tertentu sudah biasa) tentu kurang efektif, akan lebih baik jika diganti dengan pertanyaan: apa kabar? Disamping lebih menunjukkan empati juga memudahkan partner bicara kita untuk menjawabnya. Nah.. Bukankah begitu?

0 komentar: